D3 ANALIS KESEHATAN

Program Studi D3 Analis Kesehatan berada di bawah Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Setia Budi Surakarta dan telah memperoleh akreditasi Baik Sekali dari LAM-PTKes berdasarkan Keputusan LAM-PTKes 0186/LAM-PTKes/Akr/Dip/V/2021. Lulusan Program Studi D3 Analis Kesehatan akan memperoleh gelar Ahli Madya Kesehatan (A.Md.Kes).

APAKAH PROFESI ANALIS KESEHATAN (TLM) ITU?

Analis Kesehatan atau Teknologi Laboratorium Medik (TLM) adalah tenaga profesional di laboratorium kesehatan yang bertugas melakukan pemeriksaan diagnostik, pengukuran, penetapan, dan pengujian sampel cairan serta jaringan manusia untuk menunjang diagnosis penyakit, penyebab penyakit, kondisi kesehatan, maupun faktor yang mempengaruhi kesehatan seseorang. Profesi ini menuntut kompetensi keterampilan, pengetahuan, serta tanggung jawab yang tinggi dalam setiap pemeriksaan. Program Studi D3 Analis Kesehatan Universitas Setia Budi merupakan program studi D3 Analis Kesehatan pertama di Indonesia yang berdiri sejak tahun 1983 dengan jumlah alumni sebanyak 2.825 orang yang tersebar di seluruh Indonesia.

PROSPEK KARIR LULUSAN

1. Teknisi Laboratorium Medik dan Phlebotomy. Bekerja di rumah sakit pemerintah maupun swasta, laboratorium klinik, unit transfusi darah PMI, puskesmas, dan fasilitas layanan kesehatan lainnya.

2. Verifikator Pemeriksaan Laboratorium. Bertanggung jawab dalam verifikasi hasil pemeriksaan laboratorium.

3. Asisten Peneliti atau Asisten Dosen. Bekerja di lembaga penelitian seperti LIPI, Balitbang, laboratorium pendidikan, dan SMK Kesehatan.

4. Wirausaha di Bidang Kesehatan. Mengembangkan usaha di bidang alat kesehatan, reagen, dan laboratorium uji diagnostik.

5. Quality Control. Bekerja sebagai QC pada perusahaan obat, makanan, dan minuman.

LABORATORIUM PENUNJANG PEMBELAJARAN

Laboratorium penunjang pembelajaran meliputi Laboratorium Patologi Anatomi, Parasitologi dan Mikologi, Imunologi Serologi, Mikrobiologi, Hematologi, Kimia Klinik, Toksikologi, serta Laboratorium Biologi Molekuler.

PEMBELAJARAN

1. Proses pembelajaran menerapkan Student Centered Learning (SCL) yang dilaksanakan di kelas dan laboratorium melalui praktik kerja dan multimedia tutorial, dengan penekanan pada experiential learning khususnya pada Praktek Kerja Lapangan dan Kuliah Kerja Lapangan.

2. Dosen yang komunikatif, berkualitas, produktif, dan berpendidikan S2 serta S3 dari universitas terkemuka.

3. Kurikulum disusun sesuai Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti) dan KKNI sehingga lulusan mampu memenuhi bahkan melampaui standar nasional.

4. Focus Group Discussion berbasis artikel ilmiah dari jurnal nasional dan internasional.

5. Karya Tulis Ilmiah atau Tugas Akhir disusun secara terjadwal, terstruktur, dan terorganisasi melalui kegiatan penelitian serta pengabdian dosen agar mahasiswa dapat menyelesaikan studi tepat waktu.